Aksi Kekerasan Brutal di Cigombong, Korban Alami Luka Bacok dan Dirawat di RSUD Ciawi
Bogor, AmunisiCyber - Aksi kekerasan brutal kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Cijeruk, Kabupaten Bogor. Seorang pemuda berinisial AM (20) menjadi korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh sekelompok geng. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat dini hari (10/4/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, di depan Lapangan Bojong Kiharib, Kampung Cigombong, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya, Rohmat Selamat, SH., M.Kn mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ia menyebut tindakan penganiayaan yang menimpa anak dari Andri, Ketua PWRI Bogor Selatan, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan secara hukum. “Kami meminta kepada Polsek Cijeruk untuk segera menangkap pelaku yang saat ini masih berkeliaran bebas. Segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan oleh hukum,” tegas Rohmat.
Peristiwa ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dengan nomor laporan: LP/B/05/2026/SPKT/Polsek Cijeruk/Polres Bogor/Polda Jawa Barat, tertanggal 11 April 2026. Rohmat menambahkan, saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Ciawi akibat luka bacok serius di beberapa bagian tubuhnya.
“Korban mengalami tiga luka bacokan dan harus menjalani operasi. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perbuatan tersebut dapat dijerat dengan ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 262 KUHP juncto Pasal 466 KUHP Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan luka berat.
Di lokasi terpisah, perwakilan Fast Respon Nusantara Counter Polri Bogor Raya, Mardiyana Indra Yudha atau yang akrab disapa Margo, turut angkat bicara. Ia menyampaikan bahwa korban saat ini masih dalam kondisi lemah pasca operasi.
“Kami mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman seberat-beratnya. Hukum tidak boleh kalah oleh kelompok geng manapun,” tegasnya. Diketahui, korban merupakan anak dari Andri Haryanto, Koordinator PWRI Bogor Selatan. (Wahyu)